Begini, Nih, Cara Membuat Blog Gratis dengan Blogspot



Belum punya blog? Ingin punya blog, tetapi tidak tahu cara membuatnya? Ingin belajar menulis, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana?Tenang! Sebenarnya mudah, kok! Kamu bisa membuat blog gratis dulu di blogspot atau blogger seperti saya. Namun, sebelum mulai membuat blog, pastikan dulu email Kamu masih aktif dan dapat digunakan dengan baik. Kalau belum ada email, Kamu buat dulu, ya! Nah, kalau sudah, ikuti langkah-langkah berikut.

Pertama, masuklah ke halaman blogger.com lalu pilih Create Your Blog untuk membuat akun blog yang baru

Kedua, masukkan alamat email diikuti password lalu masuk ke blogger

Ketiga, isilah formulir data yang diminta 

Keempat, tambahkan foto profil yang Kamu inginkan

Kelima, Pilih tombol Continue lalu klik New Blog

Keenam, Isilah data-data mengenai blog yang Kamu buat misalnya mengenai nama atau judul blog sesuai yang kamu inginkan. Buatlah nama yang menarik dan kira-kira cocok untuk menggambarkan isi dari blogmu. Hal ini akan mempermudah pembaca/pengunjung menemukan blogmu dari mesin pencari.

Ketujuh, tentukan alamat blogmu. Alamat blogmu harus unik dan belum dimiliki oleh orang lain supaya bisa diterbitkan. Karena blog kita adalah blog gratis, di alamat blog masih ada kata blogspot di antara alamat yang kita buat dengan com, misalnya duniakreatifku112.blogspot.com.

Kedelapan, Silakan pilih template/tampilan blog yang kamu suka. Klik Create Blog. Nah, blog Kamu sudah jadi, lho!

Terakhir,  Klik post lalu klik New Entri/Entri Baru untuk memposting tulisan pertama Kamu. 

Nah, Blog kamu sudah siap menampung ide-ide kreatifmu. Selamat mencoba!


Bagaimana Mewujudkan Keluarga Muda Bahagia yang Kamu Inginkan?



Bicara mengenai keluarga pastinya bukan bicara hal yang sembarangan. Saya juga merupakan keluarga muda yang ingin belajar bersama. 

Kebahagiaan yang dicapai pastinya tergantung keinginan dan karakteristik orang-orang di dalamnya. Apalagi keluarga Muda yang mungkin masih belum beberapa lama mengarungi bahtera rumah tangga. Akan tetapi, semua harus dijalani sekaligus dipelajari menuju pendewasaan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mungkin menjadi bahan refleksi bagi setiap pasangan muda untuk mencapai keluarga kecil bahagia yang diinginkan.

Bagaimana Caramu Memikirkan Mana yang Lebih Prioritas antara Pekerjaan dan Keluarga?


Pekerjaan dan keluarga peastinya sama-sama hal penting yang tidak bisa ditinggalkan dan saling menyokong satu sama lainnya. Pekerjaan sangat penting untuk membutuhi kehidupan keluarga, tetapi jangan lupa bahwa pekerjaan itu akan sia-sia jika keluarga juga terlantar. Ada saat-saat tertentu kita harus ada untuk keluarga. Tetapi, kita juga harus bertanggung jawab dengan kewajiban atau tugas pekerjaan yang diamanahkan kepada kita. Jadi, bijaklah! Ketika kita bekerja, totallah dengan segala kemampuan dan bakatmu. Namun, ketika saat itu keluarga terkasih benar-benar membutuhkan kita untuk hal yang memang benar-benar penting di kehidupan ini, misalnya anak, hadirlah untuk mereka.


Masihkah Berdebat Mengenai Hal-Hal Kecil? Supaya Tidak Kaget ketika Menemukan Masalah Besar, Selesaikanlah Segera!



Waktu yang terus berjalan akan mengajarkanmu bahwa memperdebatkan hal-hal kecil itu adalah tindakan bodoh. Namun, jangan pernah mengabaikan hal-hal kecil tersebut. Ketika pasangan menegurmu untuk sesuatu hal atau sengaja mengatakannya secara halus, jangan mengabaikan hal tersebut dan melupakannya. Berikanlah respon positif dan menemukan solusi untuk itu. Mungkin juga bisa menanyakan dengan serius untuk menemukan keinginan pasangan. Apabila hal itu sulit untuk diubah, mintalah pasangan bersabar. Bukan malah pura-pura tidak mendengar atau mengabaikan.

Jika Kamu Seorang Pekerja yang Sibuk, Sudahkah Mengusahakan Waktu Senggangmu Dimanfaatkan Sepuasnya untuk Keluarga?


Jika memang tidak terpaksa, sebisa mungkin, jangan lagi menyusun kegiatan di luar di saat senggang atau liburan apabila Kamu termasuk orang yang biasanya sangat sibuk dengan pekerjaan. Berliburlah dengan keluargamu atau susunlah acara liburan yang ramai dengan rekan-rekan dengan membawa keluarga masing-masing. 

Sumber gambar: www.pixabay.com

Langkah Mudah Menulis Artikel untuk Pemula



Bingung bagaimana cara menuangkan ide Kamu ke dalam bentuk artikel? Saya juga merasakan hal yang sama, kok, pada awalnya. Berikut tips menulis artikel bagi pemula.

Pertama, sebelum menulis, tentukan topik! Pikirkanlah topik yang Kamu mengerti dan suka agar pemaparannya lancar. Bacalah sumber lain yang membahas topik yang berkaitan dengan ide Kamu. Kedua, gunakan judul dan kalimat pertama yang ekspresif dan menantang rasa ingin tahu pembaca. Selanjutnya, catatlah kerangka atau garis-garis besar tulisan yang Kamu buat. Nah, mulailah menulis dengan kata-katamu sendiri. Jangan men-copy paste kalimat artikel orang lain. Percayadirilah dengan kekuatan kata-katamu sendiri. Terakhir, baca lalu perbaikilah artikel yang sudah selesai Kamu tulis.

Sumber gambar: www.pexels.com


Jangan Sampai Depresi, Kelola Emosimu dengan Cara-Cara Berikut-Antologi (Denny Lumban Gaol)



Menghadapi banyak tekanan terkadang membuat kita menjadi stres. Stres pada tahap tertentu mungkin belum dapat dikatakan bahaya karena hal itu akan memacu fokus dan tekad kita dalam melakukan sesuatu secepat mungkin. Akan tetapi, hati-hati jika kita menuju tahap stres berat karena kesulitan mengelola emosi. Stres berat akan sangat berpengaruh pada kesehatan pencernaan kita dan sikap dalam menghadapi orang lain. Sebelumnya, saya termasuk orang yang mudah stres dan sangat berpengaruh pada kambuhnya penyakit maag saya. Kondisi ini tentu sangat dipengaruhi manajemen emosi kita.

Kesulitan mengelola emosi ternyata juga dapat menimbulkan depresi. Stres berlebihan akan menimbulkan depresi. Emosi yang terlalu kuat seperti rasa sedih, kehilangan, kekecewaan, marah, dan lain-lain bahkan kombinasi beberapa faktor juga dapat menimbulkan depresi. Kondisi ini terkadang ditandai dengan hilangnya motivasi atau semangat hidup, seperti orang yang putus harapan, menarik diri dari lingkungan, hilangnya fokus pada pekerjaan, perubahan emosi yang tiba-tiba dan meledak-ledak, mudah panik, dan mudah menyerah. Dapat dikatakan bahwa depresi sudah menyerang mental penderita. Jika terus menerus dan tidak diatasi, maka tidak mustahil seseorang dapat mengalami gangguan kejiwaan.



Siapa saja yang bisa terserang oleh depresi? Semua orang bisa terserang depresi, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan dewasa tergantung dengan masalah masing-masing. Siapa pun Kamu, hindarilah depresi sebab dampaknya sangatlah berbahaya. Selain penyakit jantung, alzheimer, dan stroke, depresi parah juga dapat menimbulkan keinginan untuk melukai diri sendiri bahkan bunuh diri. Nah, sebelum depresi menghampiri, lebih baik kita atasi dengan mengendalikan emosi secara bijak.

Untuk mencegah depresi, beberapa hal berikut dapat membantu Kamu dalam mengelola emosi apabila mengahadapi banyak masalah atau tekanan.


Jika Kamu merasa sedih atau patah hati yang tidak tertahankan, Menangislah sepuasnya untuk sekali saja lalu lanjutkan hidupmu




Siapa bilang menangis itu hal yang memalukan? Menangis adalah salah satu ekspresi normal dari manusia yang digunakan untuk melepaskan emosi. Dengan mengeluarkan air mata, emosi menjadi lebih stabil dan perasaan menjadi lebih lega. Baiklah, Kamu boleh menangis sepuasnya. Tetapi, cukup sekali! Besok pagi harus menjadi lembaran baru untuk memulai lagi kehidupanmu dengan semangat dan ketegaran. Saatnya, mengganti tangis dengan senyum.

Lakukan hal-hal yang Kamu senangi untuk mengembalikan semangat dan senyummu!



Ketika keadaan terasa begitu sulit, berselancarlah ke dalam hal-hal yang Kamu senangi yang bersifat santai dan menghibur. Siapkan buku, film, game, dan musik yang Kamu inginkan. Membacalah jika itu dapat menghiburmu dan menunjukkan begitu banyak jalan lain yang dapat dipilih dalam skenario kehidupan ini. Menontonlah untuk menikmati petualangan mendebarkan bersama aktor-aktor favoritmu. Mainkan game kesukaanmu untuk menunjukkan Kamu harus naik level atau meng-upgrade dirimu untuk mencapai hal-hal baru. Anggaplah semua kesulitan itu sebagai tantangan yang harus dilewati. Bernyanyi dan menarilah jika itu dapat mengembalikan harmoni hati dan pikiranmu. Berenang dan ber-jogging untuk mengembalikan kebugaranmu.

Bergabunglah dengan komunitas-komunitas yang positif dan bersifat menyemangati dan membangun kreativitasmu




Saat hatimu kehilangan motivasi untuk melakukan sesuatu, masukilah komunitas-komunitas yang berisi orang-orang bersemangat dan positif. Biarkan semangat orang-orang di dalamnya menular kepada dirimu sendiri dan berbagi ilmulah dengan orang-orang yang memiliki minat, bakat, dan impian yang sama.

Travelinglah ke tempat-tempat yang menyegarkan pikiranmu dan beristirahatlah yang cukup




Tidak ada salahnya mengembalikan keceriaan dan semangat hidupmu dengan traveling ke tempat-tempat yang Kamu sukai. Kamu dapat mencari di internet di mana saja tempat-tempat yang kira-kira Kamu butuhkan dan sesuai dengan budget yang Kamu miliki. Tempat-tempat yang menyenangkan terutama yang berhubungan dengan alam akan menghilangkan depresi yang Kamu miliki, menstabilkan emosi, dan menenangkan hati. Ambil liburanmu, istirahatlah yang cukup. Setelah itu, kembalilah ke kehidupanmu dengan semangat baru yang berkobar.

Berbicaralah dari hati ke hati dengan otang terdekat atau orang-orang yang Kamu percaya karena Kamu tidak sendirian di dunia ini



Percayalah bahwa orang-orang terdekat kita akan selalu mendukung dan memahami perasaan kita ketika kita memutuskan untuk berbicara atau curhat dengan mereka. Mereka mungkin akan menanggapi dengan cara mereka masing-masing. Tetapi, ingatlah bahwa beban yang Kamu alami pasti akan berkurang ketika kita menceritakannya dengan seseotang bukan memamerkannya di media sosial atau menumpahkannya dalam bentuk kemarahan yang tidak bertanggung jawab atau memendamnya sendiri. Orang terdekat seperti ibu, suami, kakak, atau sahabat yang kita percaya akan berusaha membuatmu tersenyum jika membicarakan hal tersebut dengan baik dan pada waktu yang baik. Ceritakan apa yang Kamu hadapi dan rasakan atau beban stres yang Kamu hadapi terutama jika Kamu mengetahui adanya gejala-gejala depresi dalam dirimu. Mungkin sebuah pelukan dari orang tersayang akan mengembalikan kepercayaan dirimu. Yang pasti, Kamu tidak sendirian di dunia ini.

Tuangkan emosimu ke dalam sebuah karya kreativitas agar energimu tidak terbuang sia-sia




Saat saya punya emosi berlebih, saya biasanya menuangkan ke dalam kreativitas yang sesuai bakat dan minat saya, misalnya puisi, cerpen, atau menggambar dengan gaya coretan saya sendiri. Lebih bermanfaat daripada buang energi sia-sia, bukan? Banyak, lho, yang memanfaatkan emosi senang, sedih, kecewa, atau bahkan keputusasaan mereka ke dalam lagu, lukisan, atau tarian mereka tanpa harus menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam hal-hal negatif seperti narkoba atau terus menyesali apa yang terjadi. Kenyataannya, banyak orang yang pernah terpuruk malah bisa bangkit dan bersinar lebih cemerlang karena mereka tahu cara yang tepat untuk menumpahkan emosi mereka ke dalam kreativitas ataupun pekerjaan yang mereka miliki (menyibukkan diri dalam pekerjaan).

Akan tetapi, apabila sudah terlanjur mengalami depresi, Kamu perlu tindakan untuk mengobatinya. Segera pelajari dan kenali gejala-gejala depresi kemudian hubungi dokter atau terapis (psikiater) lalu berkonsultasilah untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan lupa! Untuk mengatasi depresi, Kamu butuh bantuan orang lain termasuk orang-orang terdekatmu. Mari hidup bahagia!

Sumber gambar:www.unsplash.com

Cincin Langit Perak (Prolog)


            “Shhhh..” Angin dingin mendesah lembut di balik jendela.
Saat itu, bulan September baru saja merentangkan sayapnya yang ceria. Setahun dua bulan di negeri sakura merupakan pengalaman yang sibuk dan penuh gairah bagi Ichi Lim. Sibuk dengan kuliah, kerja paruh waktu, dan pengalaman-pengalaman baru di negara yang diimpikannya dari kecil ini merupakan pengalaman yang menggairahkan bagi Ichi.
            Terlalu banyak kesibukan. Terlalu banyak semangat. Terlalu banyak mimpi. Terlalu banyak kebahagiaan dan penghargaan.
            Kadang-kadang kata-kata itu menghantui pikirannya. Dia berpikir mungkin suatu pagi dirinya akan terbangun dan tiba-tiba kehilangan itu semua. Hal itu membuatnya terkadang merasa sendiri dan putus asa di malam hari. Namun, dia adalah orang yang sangat bersemangat mengejar mimpi. Dia orang yang ceria dan selalu mengingatkan dirinya untuk berusaha sebaik-baiknya ketika Tuhan berbaik hati dan memberikan jalan baginya untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Oleh karena itu, dia mempelajari banyak hal. Tentang alam dan kebudayaan Jepang, tentang teknologi yang mampu menambah wawasannya, tetapi tidak terlalu berat, membandingkan hal-hal sederhana seperti cara berpakaian atau menyapa orang lain, dan hal yang paling disukainya adalah mempelajari tentang masakan-masakan Jepang yang sebenarnya beberapa jenis tidak sanggup ditelannya karena terlihat mentah.hal itu menyebabkan dia tidak memiliki waktu terbuang karena dia memiliki hal yang diminati setiap waktu. Hal itu juga membuatnya melupakan kesendirian dan ketakutan dalam dirinya.
            Untuk menyelesaikan laporan-laporannya, terkadang Ichi mempunyai senjata rahasia, yaitu sahabat-sahabatnya yang berada di beberapa negara. Sama seperti dirinya, mereka akan bersedia membantu jika Ichi memerlukan bantuan data maupun dokumentasi foto dari Indonesia, Vietnam, atau Thailand. Hal itu membuat presentasi kuliahnya terlihat lengkap dengan data-data dari situs atau badan resmi.
            Jam weker berdering. Gadis berambut panjang itu seketika terduduk dalam gelap. Mengambil sikap diam dan mematung sejenak. Gadis yang sebenarnya sedang melantunkan doa pribadi ini pun segera melipat selimut dan buru-buru mengambil handuk.
            Gadis yang terlihat ceria itu mengeluarkan sarapan. Teman sekamarnya, Miko dan Jesica, bergabung untuk sarapan hangat yang sudah menu wajib mereka karena menjadi langganan dengan restoran kecil di bawah. Setelah memenuhi mapnya dengan beberapa file dan cd bahan presentasi mereka berangkat dengan berjalan kaki dan menaiki kereta yang menghantarkan mereka ke universitas Keio. Beberapa saat kemudian, patung setengah badan Yukichi Fukuzawa menyambut mereka di depan kampus. Wajah kaku itu selalu terlihat cerdas di mata Ichi, tetapi Ichi selalu tidak ingin menatapnya terlalu lama. Karena menurutnya, dia belum sepercaya diri tokoh pendidikan itu. Dan, menurutnya, itu berbeda. Hanya saja Ichi sendiri tidak tahu menerangkan kalimat yang terakhir dan sama sekali tidak ingin memikirkannya. Sambil menghirup udara segar, Ichi menarik tangan Jesica supaya bergegas. “C’mon girls!” Miko menyusul sambil menyetarakan langkah.
            Sepertinya hari yang cerah sangat mempengaruhi gadis imut itu. Presentasi kuliahnya berhasil mendapatkan nilai sempurna. Resumenya yang memusatkan perhatian pada penggunaan mercuri pada produksi emas dan cara penyajiannya yang menarik membuat semua mahasiswa bertepuk tangan dan dosennya kagum.
            Miko dan kawan-kawan langsung mendekat untuk mengucapkan selamat. Mereka bergerak menuju rumah makan yang sama untuk makan siang bersama. Dup tanpa nasi. Mereka melewati Pancake shop karena beberapa orang dari mereka tidak dapat hMereka memilih meja panjang untuk face to face lunch.
            “Itadakimasu!”
Baru saja mengangkat sendok pertama untuk memasukkan makanan ke dalam mulut, ponselnya berdering. Dia segera bergegas ke luar untuk menjawab telepon dari adiknya.
            Dia tersenyum. Ada banyak hal yang ingin diceritakannya pada adiknya, juga pada ibunya. “Hallo, Ra?”
            Tidak ada jawaban.
            “Halo? Ra?”
            “Chi! Ini aku Anita.”
            Senyum di wajah Ichi tiba-tiba menghilang. “Anita?” Ichi memandang layar ponselnya dengan lebih teliti. “Bukannya ini nomor Rara?” keningnya sedikit berkerut.
            “Hmm..begini. bagaimana, ya, cara terbaik menyampaikannya?” Anita terdiam sejenak. Ichi menanti dengan gelisah dan kurang sabar. Perasaannya tiba-tiba menjadi sangat tidak enak. “ Terjadi banjir di sini. Lebih tepatnya banjir bandang… dan ibumu sakit. Aku tidak ingin mengatakan ini, tetapi…”
Ichi merasa tengkuknya dingin dan mengeras.
“Sebenarnya, aku rasa keadaan ibumu sangat parah. Jadi, kamu bisa memikirkan apakah membawa pulang semua barang-barangmu atau tidak. Yang pasti kamu harus segera pulang.”
“Tunggu. Separah apa?”
“Sebenarnya, ibumu…”
“Ibu…” tenggorokannya tercekat. “Ibu… maksudmu ibu telah…?”
“Ya. Kamu mengerti maksudku.”
            Ichi merasa waktu terasa seperti khayalan. Tidak nyata. Seiring jarum jam yang terus berputar, otaknya mulai mencerna kenyataan pahit itu secara perlahan. Kata-kata Anita justru menyiratkan berita yang paling buruk yang berusaha ditolaknya dalam hati. Cukup lama, Ichi terbengong dan tidak lagi menyadari di mana sebenarnya dia berada. Ichi menggeleng-gelengkan kepala.
            “Nit, kamu bicara apa sebenarnya? Aku ga ngerti,” terdengar tangisan Anita di seberang sana kemudian menjadi samar dan menghilang bagai mimpi. “Aku…serius. Aku ga suka caramu bercanda.”
            Mata Ichi terasa pedas, tetapi dia tidak menangis. Hatinya sakit dan pedih, tetapi dia belum menangis. Mungkin belum ingin. Atau, dia belum tahu ekspresi seperti apa tepatnya yang harus ditunjukkannya di negeri asing ini. Baru saja dia dapat pengakuan dan nilai terbaik dari dosen-dosennya, dia sudah kehilangan mimpinya. Meskipun dia belum diwisuda, rekomendasi dosennya akan mampu membawanya bekerja di perusahaan-perusahaan ternama sambil tetap melanjutkan kuliah. Jadi, selain mendapat beasiswa, dia seharusnya dapat menghasilkan uang tambahan lebih banyak dari tempat kerja paruh waktunya. Seharusnya, dia akhirnya bangga karena akan mulai mengirim uang hasil keringatnya sendiri meskipun jumlahnya tidak banyak.
            Apakah saatnya memikirkan itu? Ichi memaki dirinya. Ketakutannya selama ini ternyata benar. Kehidupan yang singkat di sini terasa palsu dan terlalu sempurna untuk dirinya yang hanya manusia biasa.
            Kini Mereka yatim piatu. Ada tiga orang adik yang membutuhkan dirinya sebagai tulang punggung keluarga. Dia, yang baru saja kehilangan orang yang paling berharga dari dirinya sendiri, yaitu sang ibu.
Sesuatu yang lembut dan dingin mengenai wajahnya. Ichi melihat ke langit dan menemukan butiran salju pertamanya. Salju pertama yang begitu dinanti-nantikannya ternyata tidak terasa menyenangkan. Salju yang begitu diimpikannya sejak kecil seperti rasa lapar ternyata tidak mengenyangkan keinginannya. Salju ini melambangkan kengerian. Pembunuh semangatnya. Saksi atas lunturnya kepercayaan diri seorang gadis pemimpi seperti dirinya. Dan, dia kali ini merasa sangat, sangat kesepian. Jauh lebih parah dari yang sebelumnya.
            “Bu… Ibu! “ bisiknya putus asa. Rasanya dia tidak memiliki kuasa untuk mengendalikan anggota tubuhnya.
            Ichi merasa kesepian di tengah-tengah keramaian. “Ibu..” dia mulai terisak. “Ma…Uma!”
            “Hei, kamu baik-baik saja?” Seorang pria yang kebetulan lewat bersama seorang temannya memungut ponsel Ichi yang tergeletak di antara butiran salju tipis dan tanah lembab. Pria itu menduga bahwa gadis di hadapannya sama sekali tidak mendengarkannya karena tidak ada respon yang terlihat. Baik dari ekspresi maupun dari gerakan. Jadi, dia memutuskan untuk memasukkan ponsel itu ke kantong sweater-nya.
            “Ada apa dengannya?”
            Dia hanya mengangkat bahu. “Entahlah.”
            Ichi mendengarnya. Dia bahkan tidak tahu bahasa apa yang digunakan kedua orang itu. tetapi, dia mengerti. Dia tidak peduli. Kedua orang yang berpenampilan seperti model itu pun tidak tahu harus mengatakan apa melihat gadis itu berjalan dengan mata sembab, tetapi seakan kehilangan kesadaran. Sepanjang perjalanannya yang tertatih di kereta dan berjalan kaki ke kamarnya, dia hanya mampu menangis dan mengatakan dua kata. Ibu atau uma, yang merupakan kata lain dari ibu. Kemudian, wajah adiknya bergantian memenuhi pelupuk bayangnya. Jadi, kami adalah anak yatim piatu sekarang. Kalimat itu tidak luntur dari pikirannya hingga Miko dan Jesica menemukannya tertidur di lantai.
            “Ichi-san?”
Ichi tebangun dan tidak mengatakan apa-apa. Miko dan Jesica sendiri tidak tahu. Mereka tidak mampu memaksa Ichi bercerita saat melihat gadis itu berjalan seperti mayat hidup. Dan tragisnya, dia tidak sempat bertemu dengan orang yang dicintainya untuk terakhir kalinya.
            Apa yang akan manusia perbuat ketika Tuhan sudah menggariskan nasib?



#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day19

PETANI YA BERTANI!




SEORANG PETANI MELETAKKAN BAKUL BERISI CABAI LALU DUDUK. TOPI LEBARNYA DIBUKA KEMUDIAN DIGUNAKAN UNTUK MENGIPAS WAJAHNYA YANG BERKERINGAT. TERDENGAR SUARA SIULAN. KEMUDIAN, SEORANG PETANI JAHE KEMUDIAN MUNCUL AGAK JAUH SAMBIL MERATAKAN JERAMI.

PETANI CABAI:      
Panas kalilah udara ini. (menggerutu). (mengambil cangkir lalu mengangkat kepala dan badan sedikit) Lae Hotman!  LAE! (mengangkat cangkir). Minum dulu Lae! Istirahat kita.

PETANI JAHE:
(berdiri sambil meluruskan punggung) banyak air minummu lae? (mendekati Rahmat)

PETANI CABAI:
Oh, banyak Lae. Tidak usah lae bawa lagi termos yang panas itu. sudah panas nakin terbakarlah nanti kita. Ada rokok lae di situ?

PETANI JAHE:
Ah, merokok lagi kata lae? Sudah terlalu banyak asap yang ada di udara ini. Tak usahlah kita tambahi lae. (melirik ke bakul tempat cabe).
Bah… sudah keluar rupanya panen pertama, ya? (membuka jaket lalu meletakkannya di samping).

PETANI CABAI:
Ah… belum bisa dibilang panen ini. Begini saja hasilnya. Masih sedikit!

PETANI JAHE:
Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit lae. Namanya juga panen pertama. Lagi pula lae masih memetik satu baris ini saja kan lae?

PETANI CABAI:
Iya, memang. Hanya saja, kemarau dan kabut asap ini mengkhawatirkan sekali. walaupun sudah terlihat bagus, kita tidak tahu kapan akan berubah tiba-tiba. Ah… tetapi yang penting aku sudah merawat dengan baik. Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi. Lae sendiri menanam apa? untuk apa jerami padi itu?

PETANI JAHE:
Itu? (menunjuk ke kejauhan) Lae tidak tahu apa itu? itu mulsa lae. Aku sedang menanam jahe. Biasalah! Belajar jadi petani. Permulaanlah!

PETANI CABAI):
Hahaha…tidak lae kenal apa itu mulsa? Terlalu lama Lae yang merantau itu. dengar lae…(memukul tanah) mulsa itu dari plastik. Bukan dari jerami. Lagipula tanaman jahe sudah tumbuh subur meskipun hanya ditanam begitu saja.

PETANI JAHE):
Mulsa alami ini lae. Coba lihat fungsinya! Meminimalisir pertumbuhan gulma atau rumput liar, mencegah berkurangnya pupuk dan erosi tanah akibat hujan, menyeimbangkan suhu tanah, melindungi tanaman  dari serangan hama dan penyakit, mengurangi penguapan terutama di musim kemarau ini, sama bukan? Penting memang! Tapi, mulsa plastik memang tidak akan baik untuk jahe karena akarnya tidak dapat menembus bahan plastic sehingga rimpang jahe tidak akan busuk dan hasilnya optimal. Kalau ke cabe lae, cocoklah mulsa plastik!

PETANI CABAI:
Bah… darimana pula lae dapat informasi-informasi itu?

PETANI JAHE:
Lupa lae kalau anakku yang nomor empat, si Parlaungan bekerja di dinas pertanian? Tinggal kuteleponlah. Lagipula zaman sekarang semua ada di internet.

 PETANI CABAI:
Internet? Ajarilah dulu. Semua saja petani garoga ini diajari pakai internet. Kalau ke dinas pertanian, agak malas aku pergi. Jauh sekali kurasa rumahku! Satu jam! Sudah berapa lebar yang kukerjakan selama itu! Kalau boleh ditanya permasalahan pertanian lewat handphone maulah aku!

PETANI JAHE:
Janganlah malas lae! Oh, iya. Internet bisa diakses lewat handphone. Mintalah handphone lae! (mengulurkan tangan) bah…Hp canggih rupanya Hp lae ini. Bisalah ini! Ada pulsanya lae?

PETANI CABAI:
ada…ada! (mendekat)
TERDENGAR SUARA DUA ORANG SEDANG BERCAKAP-CAKAP DARI PELAN MENJADI KERAS. KEMUDIAN, DUA ORANG PETANI LAIN MASUK. MEREKA MENGHAMPIRI RAHMAT DAN HOTMAN YANG ASYIK MENATAP LAYAR HP.

PETANI KARET :
Oi, lae! (menepuk bahu petani cabai)

PETANI CABAI DAN PETANI JAHE:
OU!!! (keras karena terkejut)

PETANI JAGUNG            :
Mencurigakan kalian main fesbuknya kalian?

PETANI JAHE:
Bukan amang! Sedang mengajari lae ini supaya bisa memakai internet dari hpnya.

PETANI KARET :
Bagus itu lae Rahmat. Dari dulu pun aku sudah tahu itu, diajari si Melky, anakku yang di SMA Negeri 1 Garoga itu. Tapi, lae memang biasanya tidak mau bertanya atau ikut penyuluhan. Malas kali lae ini.

PETANI CABAI:
Itulah. Darimana lae sama tulang rupanya? Macam ganteng kalilah kulihat?

PETANI JAGUNG            :
Nah, kami dari balai desa. Ada penyuluhan tadi dari dinas pertanian. Aku ajak bere kemarin, tapi tidak mau. Sayang kalilah. Kami sudah membentuk kelompok tani supaya lebih mudah saling bertukar informasi, dapat mencari cara-cara bertani dan hingga pascapanen. Semua dapat dibicarakan dan diterapkan. Bisa lagi dapat bantuan dari pemerintah. Dapat bibit jagung pula. Bibit unggul bere. Tahan hama dan penyakit.

PETANI CABAI:
Yang hebatlah itu tulang? Kalau lae Nasib mendapat apa?

PETANI KARET :
Dapat bantuan pupuk lae. Tapi, lagi mengusul bibit tanaman karet yang unggullah ini seperti yang dulu itu. kalau, Si Ronas yang tinggal di ujung jalan itu, lain lagi. 1 hektar lahannya jadi bahan percontohan di desa kita. Menggunakan benih padi unggul dan teknik bertani modern. Selain itu, enggunakan alat pertanian canggih serta pupuk dan pestisida yang bagus kualitasnya. Tidak tahulah, jadi atau tidak dicoba sistem pengairan pipa itu. ah, kita tanya saja nanti si Ronas. Beruntunglah dia.

PETANI JAHE:
Bagus itu! Memang benar katanya tanah Garoga ini tanah subur. Bahkan, sampai disebut-sebut tanah surge. Akan tetapi, hasil panen dari daerah lain malah lebih melimpah akibat pemanfaatan lahan yang kurang optimal dan kurangnya kemauan masyarakat untuk menghasilkan pertanian yang bagus. Banyak lahan masih terlantar atau asal ditanami saja. Karena itu jugas aku tertarik untuk pulang ke sini setelah pensiun. Bertanilah dulu. Tentunya, dengan cara modern. Oh, iya. masih bisa mendaftar menjadi anggota keompok tani kan?

PETANI KARET :
Oh, bisa! Banyak itu kelompoknya. Sekitar 66 kelompok tani. Ikut jugalah lae si Rahmat untuk jadi kelompok tani. Nanti tidak secapek ini lagilah lae bertanam cabai. Bisa diratakan tanah lae ini dengan traktor, diajari cara membuat kompos yang bagus, supaya tidak capek lae mencabuti rumput setiap hari, pakai mulsalah. Yang plastik boleh. Atau seperti yang di ladang lae Hotman ini. Kulihat ada pula beberapa tanaman cabai lae yang agak kuning daunnya. Boleh konsultasi lae!

PETANI CABAI:
Ah, betul kalilah itu lae. Menyesal aku tidak ikut selama ini. Supaya mantap hasil panenku dan banyak uangku. Bisalah kukuliahkan semua anakku.

PETANI JAGUNG            :
Baguslah bere. Hanya saja memang masih perlu dipikirkan mengenai infrastruktur jalan ini supaya kita mudah menjual langsung hasil panen kita ke kota, jadi pasti lebih mahal. Atau, sebaiknya dibukalah koperasi pertanian dengan bantuan dana dari pemerintah supaya harga bisa ditahan. Tidak jatuh. Sial rasanya ketika panen tiba-tiba harga jatuh. Rasanya jadi kurang bersemangat untuk panen. Tetapi, inilah yang akan diusulkan dan hal-hal lain yang dianggap menguntungkan untuk petani.

PETANI KARET :
Kalau di negara-negara maju, sudah canggih-canggih kulihat alat pertanian. Teknologi tinggi.

PETANI JAHE:
Kulihat juga itu di televisi. Sudah ada  mesin penanam padi. Menanam satu hektar menjadi sebentar saja.

PETANI KARET :
Ada juga traktor penyemprot pestisida. Bahkan helicopter. Ah, iri aku.

PETANI JAGUNG            :
Bedalah itu. kita di Garoga. Masih terpencil kita. Doakanlah supaya suatu saat kita semodern mereka. (memperbaiki cara duduk).

PETANI JAHE:
Jadi, kapan lagi pertemuan dengan PPL Pertanian Garoga? Kalau boleh, mau minta bibit jahe jugalah aku amang! Mau kucoba pertanian campuran. Kutanam nanti tanaman cabe diantara tanaman jaheku. Biar saingan dengan lae Rahmat. Saingan sehat lae.

PETANI JAGUNG            :
Dua minggu lagilah itu. pas minggu kedua bulan November. Selain pertanian campuran, katanya, rotasi tanaman juga perlu. Kulihat cabai saja yang ditanam bere ini dari dulu. Padahal, pergantian tanaman dapat memperbaiki struktur tanah.

PETANI CABAI:
Apa lagi fungsinya tulang? Makin tertarik aku!

PETANI JAGUNG:
Ah... tak terlalu pandai aku menerangkan itu. Datanglah kalian kalau ada penyuluhan atau pertemuan!
ADA TELEPON MASUK.
Hallo! Iya… Pak. Sudah? Oh terima kasih pak. Iya…iya Pak. Minggu depan ya Pak. Baik. terima kasih pak. (memasukkan hp ke dalam kantong.) Kami lanjutlah dulu. Mau kuperiksa dulu apakah jagungku sudah bisa dipanen? Siapa tahu memang bisa didatangkan alat pemipil jagung itu nanti? Sudah diusulkan katanya ke Bapak Bupati. Rencananya kuolah macam-macam nanti jagungku barulah kujual. Supaya lebih menambah nilai ekonomi. Maju kita Taput ini. Dimulai dari kita para petani. Apalagi kalian yang muda-muda ini, tidak boleh kalah dengan kami yang sudah tua.

PETANI CABAI:
Diolah jadi jus jagunglah tulang. Haha

PETANI JAGUNG           :
Ah, jus jagung ma ho. Jus cabai saja tidak kau sajikan dari tadi. Pergilah kami. (berdiri sambil mengibaskan tanah dari celana).

PETANI CABAI:
Bah..lupa kali aku tulang. (malu) kubuatkanlah minum tulang ya?

PETANI JAGUNG            :
Ah, bercandanya aku. Si Nasib ini punsudah tidak sabar ingin mempersiapkan lahan untuk menanam bibit unggul dari pemerintah itu. pastinya ditebang dululah yang sudah tidak menghasilkan bukan? (berjalan diikuti Nasib) Horas ma. Ayo!
TERDENGAR SUARA SUATU BENDA YANG JATUH. RAHMAT SEGERA BERLARI. HOTMAN HANYA MENONTON SAMBIL MENGHABISKAN MINUMNYA.

PETANI JAHE:
Ada lae?
RAHMAT MASUK LAGI. DENGAN LEMAS DUDUK KEMBALI DI SEBELAH HOTMAN.

PETANI CABAI:
Tidak ada lae. Hanya durian yang mengkal. Memang betul-betul harus ikut perkembangan zamanlah aku. Harus banyak belajar siapa tahu buah durian kesayanganku itu bisa berbuah sekali sebulan. (Mencabuti rumput kecil-kecil di sebelah kakinya).

PETANI JAHE:
(tersenyum lalu berdiri). Aku pun pergilah dulu lae. (menggerakkan pinggang). Masih banyak mulsa jerami yang harus kupasang. Sebentar lagi istriku datang bawa bekal makan siang, mampirlah lae ya. Biar makan sama-sama kita. (setengah berbisik) Enak ikan kami.

PETANI CABAI:
Iya lae. (membereskan cangkir.)

HOTMAN KEMBALI BEKERJA DI LADANGNYA. RAHMAT MENGANGKAT BAKUL BERISI CABAI LALU KELUAR.
SELESAI
HORAS!!!


#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day18

Diberdayakan oleh Blogger.